MENGENAL KARAKTER PENGUSAHA SUKSES DALAM PEMBANGUNAAN
EKONOMI DAN EKOLOGI
OLEH : DR. Bambang Sujagad, MM
Beberapa karakter yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha, antara lain :
I. MOTIVASI KERJA
Yaitu dorongan seseorang untuk bekerja lebih giat, yang ditimbulkan oleh faktor dari dalam dan dari luar untuk mencapai tujuan organisasi, dengan indikator :
a. Adanya indikator dari dalam
b. Adanya indikator dari luar
c. Adanya imbalan yang mencukupi
Beberapa teori yang menjelaskan tentang motivasi (sebagai bahan reverensi) adalah ;
1. Teori motivasi menurut Gibson
2. Teori motivasi menurut Robbins
3. Teori motivasi menurut Hodgett
4. Teori motivasi menurut Greenberg
Sedangkan teori motivasi kerja, sebagai bahan acuan adalah :
1. Teori Maslow (Need Theory)
2. Teori Aldefer (Existence, Relatedness, and Growth)
3. Teori Frederick Herzberg (Motivation-Hygiene Theory)
4. Teori David McClelland (McClelland’s Achievement Motivation Theory)
II. KEPEMIMPINAN
Beberapa ahli mendefinisikan kepemimpinan, sebagai berikut :
1. Katz dan Kahn : Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh kepatuhan
dengan arahan rutin organisasi.
2. Kreitner : Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi sekelompok
orang dengan tujuan untuk menciptakan keikutsertaan
mereka dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
3. Schein : Leadership is ability to step outside the culture to start
evolutionary change
4. (dan teori lainnya : Yukl; Robbins; Jhon W. Newstrom; Ivancevich)
Sedangkan untuk model kepemimpinan dapat dijadikan acuan dari beberapa studi sebagai berikut :
1. Studi Universitas Ohio
Hasil studi kepemimpinan Ohio State University menjelaskan bahwa tingkah laku para pemimpin dapat
dikategorikan menjadi dua dimensi, yaitu :
a. Struktur Kelembagaan (initiating structure)
b. Konsederasi (consideration)
2. Studi Universitas Michigan
a. Fokus pada produksi
b. Fokus pada karyawan
3. Robert H (Path-Goal Leadership Theory)
Mengemukakan bahwa orang akan termotivasi oleh dua harapan berupa kemampuannya untuk
mengerjakan sesuatu tugas dan rasa percayanya bahwa jika karyawan tersebut dapat mengerjakan tugas
dengan baik akan memperoleh hadiah yang berharga bagi dirinya.
4. Fiedler’s
a. Model mendasarkan pada dua dimensi, yaitu :
• Perhatian terhadap tugas (Concern for Task)
• Perhatian terhadap karyawan (Concern for People)
b. Model mendasarkan pada tiga dimensi, yaitu :
• Hubungan Pemimpin-Anggota (Leader-member relations)
• Srtuktur Tugas (Task Structure)
• Kuasa Posisi (Position Power)
III. KOMUNIKASI
Komunikasi adalah perpindahan informasi beserta pemahamannya dari satu pihak ke pihak lain, melalui alat-alat berupa simbol-simbol yang penuh arti.
Beberapa definisi komunikasi disampaikan oleh beberapa ahli (sebagai bahan acuan), antara lain oleh :
1. Richard et al
2. Judith
3. Mc Shane dan Von Glinow
4. Terry Mohan
5. A.B. Shani et al
Sedangkan beberapa teori kominikasi, disampaikan oleh pada ahli, antara lain :
1. Shannon dan Weaver (a mathematical communication model)
2. David K. Berlo (Source, Message, Chanel dan Receiver)
3. Dance’Helical (Helical Dance Model)
4. McGregor dan Strano (The Transactional Model of communication)
IV. KEPUASAN KERJA
Kepuasan kerja didefinisikan oleh para ahli sebagai berikut :
1. Robbins : kepuasan kerja menggambarkan perasaan positif tentang
pekerjaan, hasil dari sebuah evaluasi karakteristik pekerjaan itu sendiri.
2. Locke : kepuasan kerja adalah emosi yang senang yang berasal
dari penilaian pekerjaan atau pengalaman seseorang
3. Newstrom : kepuasan kerja adalah kenyamanan perasaan atau emosi
karyawan terhadap pekerjaannya.
4. Kreitner : kepuasan kerja adalah sebuah efektif atau respon terhadap
sesuatu pekerjaan yang dihadapi.
5. Keith Devis : Kepuasan kerja adalah suasana psikologis tentang
perasaan menyenangkan atau tidak menyenangkan
terhadap pekerjaan mereka.
6. Ivancevich : kepuasan karyawan tidak secara otomatis dapat
meningkatkan produktifitas, walaupun ketidakpuasan
karyawan cenderung menurunkan produktifitas, lebih
sering mangkir dan menghasilkan kualitas lebih rendah
dari karyawan yang puas.
Sedangkan teori kepuasan kerja disampaikan oleh beberapa ahli, sebagai berikut :
1. Discrepancy theory : kepuasan kerja seseorang diukur dengan menghitung selisih antara apa
yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan
2. Equity theory : kepuasan dan ketidak puasan dengan sejumlah aspek pekerjaan tergantung apakah
ia merasakan keadilan (equity) atau tidak atas suatu situasi
3. Two Factor theory : kepuasan kerja dan ketidak puasan kerja merupakan dua hal yang berbeda
4. Needs theory : kebutuhan manusia mempunyai lima tingkatan dimana ditempatkan kebutuhan
lebih rendah (lower order needs) yaitu : Pshicological; safety and security dan
kebutuhan lebih tinggi (higer order needs) yaitu : belongingness; esteem (self and
interpersonal); self actualization.
yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan
2. Equity theory : kepuasan dan ketidak puasan dengan sejumlah aspek pekerjaan tergantung apakah
ia merasakan keadilan (equity) atau tidak atas suatu situasi
3. Two Factor theory : kepuasan kerja dan ketidak puasan kerja merupakan dua hal yang berbeda
4. Needs theory : kebutuhan manusia mempunyai lima tingkatan dimana ditempatkan kebutuhan
lebih rendah (lower order needs) yaitu : Pshicological; safety and security dan
kebutuhan lebih tinggi (higer order needs) yaitu : belongingness; esteem (self and
interpersonal); self actualization.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar